Review Buku “101 Dosa Penulis Pemula”

Diposting pada

Jika kamu adalah salah satu penggemar novel Canting atau Eliana yang sedang hangat diperbincangkan di dunia maya, pasti kamu sudah tidak asing lagi dengan Komunitas Bisa Menulis (KBM). Nah, di balik kesuksesan novel-novel tersebut, terdapat sosok yang tidak bisa dilewatkan, yaitu Pak Isa Alamsyah, pendiri dan pengasuh KBM.

Namun, kali ini saya tidak akan membahas novel-novel tersebut. Saya ingin mengulas sebuah karya Pak Isa Alamsyah yang berjudul “101 Dosa Penulis Pemula”.

Pak Isa Alamsyah adalah seorang penulis produktif yang juga memiliki istri yang tidak kalah produktif sebagai penulis, yaitu Ibu Asma Nadia. Nama-nama mereka tentu sudah tidak asing lagi di dunia sastra Indonesia. Novel-novel mereka bahkan sudah diadaptasi menjadi film seperti Ketika Surga yang Tak Dirindukan, Bidadari Syurga, Assalamualaikum Beijing, dan lainnya.

Meskipun saya saat ini belum berani menulis cerita fiksi, sebagai penulis pemula yang belajar secara otodidak, buku “101 Dosa Penulis Pemula” ini sangatlah berguna untuk disimak. Dengan harga yang terjangkau, sekitar 30 ribu rupiah, saya berhasil mendapatkannya dari seorang teman yang menawarkan buku-buku dari Asma Nadia Publishing House.

Dalam buku ini, Pak Isa menulis bahwa tidak ada penulis yang sempurna. Setiap penulis pasti pernah melakukan kesalahan dalam proses kreatifnya. Bahkan, saat menulis buku ini, beliau sendiri juga melakukan banyak kesalahan yang kemudian diperbaiki.

Bagi para penulis pemula, terutama yang belajar secara otodidak, penting untuk memahami aturan baku kepenulisan dan mengacu pada KBBI (Kamus Besar Bahasa Indonesia) serta PUEBI (Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia). Hal ini penting karena tulisan kita bisa saja dilirik oleh penerbit untuk dibukukan atau diterjemahkan oleh Google ke berbagai bahasa di dunia.

Buku ini mengulas 101 dosa penulis pemula, seperti pengulangan kata atau gaya yang sama, kalimat tidak efektif atau tidak selektif, ide yang klise dan tidak orisinal, dan masih banyak lagi. Setiap dosa dibahas secara rinci beserta contoh masalah dan penyelesaiannya.

Sebagai penutup, buku ini mengajarkan bahwa belajar menulis bisa dilakukan dengan dua cara, yaitu dengan teori dan belajar dari kesalahan sendiri serta orang lain. Sebagaimana pepatah, dari jatuh kita belajar berdiri, dan dari gagal kita belajar sukses. Oleh karena itu, teruslah belajar dan mencoba untuk menulis yang benar dan menarik.

Jadi, walaupun kita sebagai penulis pemula, kita tetap bisa berkembang dan menghasilkan karya yang bermutu. Semoga review ini membantu, dan mari kita terus berkarya! Salam literasi!

Gambar Gravatar
Mencoba menjadi yang terbaik

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *