Cerita Bergambar 99 Asmaul Husna Untuk Anak

Harga : Rp. 143.100
Tamam, Zaki, Akbar, Harsa, Iqlima, dan Haura sedang mengikuti kegiatan PERSAMI, perkemahan Sabtu Minggu. Kegiatan ini adalah kegiatan rutin kepramukaan di sekolah mereka. Ketika malam tiba, mereka duduk membentuk lingkaran di depan api unggun.

Bagikan Cerita ini :

Rekomendasi Lainnya :

Tak Ada yang Sia-Sia

Tamam, Zaki, Akbar, Harsa, Iqlima, dan Haura sedang mengikuti kegiatan PERSAMI, perkemahan Sabtu Minggu. Kegiatan ini adalah kegiatan rutin kepramukaan di sekolah mereka. Ketika malam tiba, mereka duduk membentuk lingkaran di depan api unggun.

Tamam duduk merapat pada Harsa. Harsa yang merasa didesak, bergeser. Akibatnya, Zaki terdesak sampai badannya merapat pada Akbar.

“Tamam duduknya, kok, rapat-rapat seperti itu. Ayo biasa aja, beri jarak dengan Harsa,” tegur Kak Mala, Pembina Pramuka di kelompok mereka.

Dengan membaca cerita “Tak Ada yang Sia-Sia”, diharapkan anak menjadi pandai bersyukur.

“Bilang aja, takut… huuu,” sela Iqlima

“Sudah… sudah … nanti malah bers tengkar. Kita kan mau bersantai di depan api unggun. Semua sudah dapat jagung? tanya Kak Mala.

“Sudah, Kak….” Anak-anak menjawab dengan serempak.

Ya, tadi sambil mengatur duduk, kak Roni membagikan jagung yang sudah diberi tusukan kayu yang panjang, kepada setiap anak, untuk dibakar di api unggun.

“Malam itu diciptakan Allah Swt. bukannya tanpa tujuan,” kata Kak Mala membuka percakapan. Anak-anak mendengarkan sambil membakar jagung.

“Supaya kita bisa beristirahat, kan, Kak,” timpal Iqlima.

“Betul. Malam akan menggantikan siang, supaya kita bisa beristirahat setelah lelah melakukan kegiatan di siang hari. Jadi jika malam datang, malah kita harus bersyukur,” tegas Kak Mala.

“Tapi, kita kan sedang ada di luar, celetuk Tamam.

“Tamam penakut, Kak,” cetus Harsa.

“Bukan penakut, tetapi ini kan sudah malam … saya … eh….” Tamam mencoba mengelak.

Rekomendasi Lainnya :

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *